Wabup Dairi Tutup Sosialisasi Percepatan Genting, Tekankan Pendampingan Nyata untuk Turunkan Stunting
Sidikalang โ Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menutup kegiatan Sosialisasi Percepatan Pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kabupaten Dairi, Selasa (6/10/2026) di Balai Budaya Sidikalang.
Turut hadir Plt. Kepala Dinas P3AP2KB dr. Erna Marpaung, para camat, kepala desa, kepala Puskesmas, serta penyuluh KB.
Dalam sambutannya, Wabup Wahyu Daniel Sagala menegaskan stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan ancaman gagal tumbuh dan gagal kembang otak generasi masa depan.
"Investasi terbaik bagi daerah adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi," ujarnya.
Wabup menyebut, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Melalui program yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN ini, Pemkab Dairi meluncurkan gerakan gotong royong konkret yaitu Genting.

Menurutnya, penurunan stunting menitikberatkan pada empat faktor: ketahanan pangan dan akses pangan bergizi, praktik pengasuhan, akses pelayanan kesehatan, serta ketersediaan air bersih dan sanitasi.
"Gerakan Orang Tua Asuh ini bertujuan memberikan pendampingan dan bantuan gizi kepada keluarga berisiko stunting dan anak rentan. Saya tegaskan, jangan hanya jadi euforia seremonial atau sekadar catatan di atas kertas. Keberhasilan diukur dari pendampingan nyata di lapangan dan penurunan angka stunting," tegasnya.
Wabup juga mengajak seluruh unsur pemerintah, BUMN, BUMD, swasta, perguruan tinggi, hingga komunitas lokal untuk menjadi Orang Tua Asuh.
"Mari bersama sukseskan target nasional menuju Zero Stunting demi menyambut Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Sebelumnya, sosialisasi dibuka oleh Sekda Dairi Surung Charles Bantjin dengan narasumber Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provsu Agung RM Alam.
(Diskominfo)