Dairi - Ketua Tim Pembina Posyandu Dairi Rita Puspita Vickner Sinaga menghadiri bimbingan teknis (bimtek) TP Posyandu, Camat, Puskesmas dan Mitra dalam pengelolaan posyandu layanan primer tahun 2026 di Kecamatan Silahisabungan Rabu (13/5/2026). Hadir dalam bimtek tersebut Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Imelda Purba, Camat Silahisabungan Iwan Simarmata, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Ketua Tim Pembina Posyandu Dairi dalam sambutannya mengatakan 6 layanan dasar kini menjadi tanggung jawab bersama melalui wadah posyandu meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, bidang perumahan rakyat, bidang trantibumlinmas (ketertiban umum dan pelindungan masyarakat) serta bidang sosial.
Rita Puspita Vickner Sinaga mengatakan posyandu saat ini menjadi pusat layanan terpadu yang sangat luas jangkauannya sehingga sinergi antara Tim Penggerak PKK, Camat, Puskesmas, dan seluruh mitra kerja menjadi mutlak diperlukan agar seluruh warga dapat merasakan manfaat dari keenam layanan dasar tersebut secara merata.
Lebih lanjut ia sampaikan, bahwa saat ini wajah pelayanan kesehatan tengah mengalami transformasi besar. Melalui kebijakan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP), posyandu tidak lagi hanya sekadar tempat menimbang bayi atau memberikan imunisasi, namun bertransformasi menjadi garda terdepan dalam menyediakan layanan kesehatan di sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan melalui Sekretaris Dinas Kesehatan mengatakan saat ini sedang dilaksanakan transformasi kesehatan, dimana pilar pertamanya adalah transformasi layanan primer. Fokus saat ini bukan lagi sekadar mengobati orang sakit (kuratif), melainkan bergeser jauh ke hulu, yaitu menjaga masyarakat agar tetap sehat melalui upaya promotif dan preventif yang komprehensif.
Dalam konteks ini, lahirnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 merupakan tonggak sejarah baru. Regulasi ini menegaskan bahwa Posyandu bukan lagi sekadar "unit kesehatan tambahan", melainkan Lembaga Kemasyarakatan Desa yang menjadi wadah pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). "Jika dulu kita bekerja secara terkotak-kotak, kini kita bergerak dalam satu kesatuan sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer yang berbasis siklus hidup, mulai dari janin dalam kandungan hingga lansia," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kecamatan Silahisabungan Prety Iwan Simarmata, Kepala Puskesmas Silahisabungan Mega Gultom, Anggota TP PKK Kabupaten dan Desa serta para Kepala Desa.(Diskominfo)