• +62 627 21001
  • Jl. Sisingamangaraja, No. 127

Berita Daerah

Image Here

Bawang Brebes Berhasil dibudidayakan Oleh UPT. Sitinjo

Wilayah Brebes merupakan salah satu sentra bawang merah terbesar di Indonesia. Predikat ini dimiliki oleh Kabupaten Brebes karena mampu memenuhi kebutuhan bawang merah nasional hingga mencapai besaran 30%. Di daerah sendiri menguasai aktifitas agribisnis sebesar 50% yang dibudidayakan dalam lahan sekitar 166.269 ha.

Tertarik dengan potensi itu, UPT. Dinas Pertanian Kecamatan Sitinjo melakukan uji coba penanaman. Dalam uji coba tersebut, bawang merah brebes ternyata berhasil tumbuh dengan baik yaitu dari 1 kg bibit yang ditanam dapat menghasilkan 13-15 kg. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala UPT. Dinas Pertanian Sitinjo Jepriel Sinambela yang ditemui saat melakukan panen bawang merah di lahan UPT. Sitinjo pada Kamis (23/2/2017). Ia mengatakan bibit yang ditanam varietasnya sama seperti yang di Brebes. “Bibitnya kami peroleh dari tanaman pangan, kami mulai penanaman pada bulan Desember 2016 tepatnya pada tanggal 10 kemudian kami melakukan panen pada bulan Februari 2017 tepatnya di tanggal 22,” ujarnya.

Dalam hal perawatan,Ia katakan sangat mudah, yakni dengan penggemburan tanah, aplikasi pupuk dasar dan pengomposan. Untuk pemupukan cukup hanya satu kali saja dengan menggunakan pupuk Fosfor (P); pupuk Sulfur (S); pupuk Kalium (K); pupuk Nitrogen (N). “Untuk penyemprotan kami lakukan 2 kali satu minggu jadi mulai dari tanam sampai panen kurang lebih sebanyak 20 kali penyemprotan dengan menggunakan insektisida dan fungisida dan ketika umur 40 hari diberi tambahan pembesar umbi”, jelasnya. Sementara untuk kendala yang dihadapi saat melakukan perawatan adalah ketika curah hujan yang cukup tinggi maka besar kemungkinan umbi bawang tidak akan terbentuk. Ia mengatakan, pada saat penanaman memang membutuhkan banyak air namun tidak perlu dalam jumlah yang terlalu banyak. Penanaman bawang merah Brebes sangat dianjurkan untuk menggunakan mulsa dan boleh dilakukan dengan sistem tumpang sari. 

Selain bawang merah Brebes, bawang putih dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan varietas sembalun juga berhasi di budidayakan di UPT. Sitinjo. Ia mengatakan bibit bawang putih tersebut dapat tumbuh dengan baik dan telah berhasil dipanen, uji coba lanjutan kembali akan dilakukan untuk mengetahui apakah hasil panen bawang putih tersebut dapat dijadikan bibit. Dari hasil budidaya tersebut, masyarakat petani Kabupaten Dairi ternyata langsung memberikan respon yang positif  yaitu ada masyarakat petani yang langsung memesan bibit sebanyak 550 kg. Namun, Ia menegaskan UPT. Sitinjo belum bisa menyediakan bibit bawang merah tersebut karena masih dalam proses budidaya, pihaknya akan mencoba untuk melakukan mediasi dengan para penangkar bibit bawang merah yang dari luar Sumatera Utara. “Kami akan berusaha untuk meyakinkan masyarakat petani di Dairi untuk mau bertanam bawang merah. Kedepan kita berharap UPT.

Sitinjo dapat memenuhi kebutuhan bibit bukan kebutuhan pasar,” paparnya. Untuk Kabupaten Dairi, Kecamatan Silahisabungan merupakan daerah penghasil bawang merah adalah Kecamatan Silalahi. Namun, Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kabupaten Dairi, bawang merah dari daerah tersebut belum mampu untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dengan berhasilnya bawang merah Brebes di budidayakan di UPT. Sitinjo, maka Ia berharap Kabupaten Dairi dapat menjadi sentral produksi penghasil bawang merah dan bawang putih untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut. [KOMINFO DAIRI]