Bupati Kabupaten Dairi
Wakil Bupati Kabupaten Dairi

Pertanian

I. KONDISI PERTANIAN SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN DAIRI

Daerah Kabupaten Dairi mempunyai luas 191.625 Ha yaitu sekitar 2,68 % dari luas Propinsi Sumatera Utara (97.160.000 Ha) dimana Kabupaten Dairi terletak sebelah barat laut Propinsi Sumatera Utara. Terdiri dari 15 Kecamatan yaitu Kecamatan Sidikalang, Sitinjo, Berampu, Parbuluan, Sumbul, Silahisabungan, Silima Pungga-Pungga, Lae Parira, Siempat Nempu, Siempat Nempu Hulu, Siempat Nempu Hilir, Tigalingga, Gunung Sitember, Pegagan Hilir dan Tanah Pinem. Adapun batas wilayah Kabupaten Dairi adalah sebagai berikut :

  • Sebelah utara dengan Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Karo.
  • Sebelah selatan dengan Kabupaten Pakpak Barat.
  • Sebelah timur dengan Kabupaten Toba Samosir.
  • Sebelah barat dengan dengan Aceh Selatan.

Pada umumnya Kabupaten Dairi memiliki potensi pertanian yang cukup luas dan sangat besar hasilnya, sehingga mata pencaharian penduduk yang utama adalah pertanian. Potensi areal/lahan bagi usaha pertanian tanaman pangan dan hortikultura terdiri dari areal sawah seluas 10.225 Ha dan lahan kering 181.555 Ha. Komoditas yang banyak diusahakan masyarakat adalah padi, jagung, ubi jalar, sayuran, buah-buahan dan tanaman perkebunan.

Pemerintah Republik Indonesia memprioritaskan Pembangunan Pertanian dalam dua Program yaitu Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pengembangan Agribisnis Pertanian. Untuk mencapai hal tersebut perlu langkah- langkah, antara lain pengendalian organisme pengganggu tanaman, perbaikan peningkatan sumber daya petani, kesejahteraan petani serta perbaikan Jaringan Irigasi. Luas Wilayah Kabupaten Dairi adalah 192.780 Ha, yang terdiri dari :

1. Tanah Sawah 10.225 Ha.

  • Pengairan setengah teknis : 6.036 Ha
  • Pengairan Sederhana PU : 2.756 Ha
  • Pengairan Non PU : 1.433 Ha

2. Tanah Kering 182.555 Ha.

  • Tegal/Kebun : 30.908 Ha
  • Ladang Huma : 18.641 Ha
  • Padang rumput : 3.833 Ha
  • Kolam Empang : 87 Ha
  • Perkebunan : 32.270 Ha

Daerah irigasi yang ada di kabupaten dairi adalah :

NO KECAMATAN JUMLAH KETERANGAN
1. Sidikalang 15 Setengah Tehnis,Sederhana, Tadah Hujan
2. Parbuluan 16
3. Sumbul 58
4. Silahi Sabungan 5
5. Silima Pungga-Pungga 9
6. Siempat Nempu 10
7. Sempat Nempu Hilir 12
8. Sempat Nempu Hulu 5
9. Berampu 10
10. Sitinjo 10
11. Tanah Pinem 2
12. Pegagan Hilir 21
13. Lae Parira 11
14. Tiga Lingga 3
15. Gunung Stember
Jumlah 187


Gambar 1. Daerah Irigasi Juma Teguh

1.Padi Sawah

Luas panen komoditi padi sawah Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 15.665 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Lae Parira dan Kecamatan Sumbul. Produktivitas rata-rata padi sawah di Kabupaten Dairi adalah 45 Kw/Ha.


Gambar 2. Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Lae Parira

2.Padi Gogo

Luas panen komoditi padi gogo Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 8048 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Tigalingga. Produktivitas rata-rata padi gogo di Kabupaten Dairi adalah 23 Kw/Ha.


Gambar 3. Tanaman Padi Gogo di Kecamatan Tigalingga

3.Jagung

Luas panen komoditi jagung Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 32112 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Tanah Pinem dan Tigalingga. Produktivitas rata-rata jagung di Kabupaten Dairi adalah 45 Kw/Ha.


Gambar 4. Tanaman Jagung di Kecamatan Tanah Pinem

4.Kacang Tanah

Luas panen komoditi kacang tanah Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 2319 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Silima Pungga-pungga dan Siempat Nempu. Produktivitas rata-rata jagung di Kabupaten Dairi adalah 13 Kw/Ha.

5.Ubi Kayu

Luas panen komoditi ubi kayu Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 240 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Sumbul. Produktivitas rata-rata ubi kayu di Kabupaten Dairi adalah 131 Kw/Ha.

6.Ubi Jalar

Luas panen komoditi ubi jalar Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 465 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Parbuluan. Produktivitas rata-rata ubi jalar di Kabupaten Dairi adalah 147 Kw/Ha.

7.Kentang

Luas panen komoditi kentang Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 239 Ha yang tersebar di beberapa kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Parbuluan. Produktivitas rata-rata kentang di Kabupaten Dairi adalah 182 Kw/Ha.


Gambar 5. Kentang

8.Kubis

Luas panen komoditi Kubis Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 336 Ha yang tersebar di beberapa kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Parbuluan. Produktivitas rata-rata kubis di Kabupaten Dairi adalah 278 Kw/Ha.


Gambar 6. Tanaman Kubis

9.Bawang Merah

Luas panen komoditi bawang merah Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 360 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Silahi Sabungan. Produktivitas rata-rata bawang merah di Kabupaten Dairi adalah 75 Kw/Ha.

10.Cabe

Luas panen komoditi cabe Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 662 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Parbuluan. Produktivitas rata-rata cabe di Kabupaten Dairi adalah 23 Kw/Ha.


Gambar 7. Tanaman Cabe

Gambar 8. Cabe

11.Tomat

Luas panen komoditi tomat Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 115 Ha yang tersebar di beberapa kecamatan. Produktivitas rata-rata tomat di Kabupaten Dairi adalah 11 Kw/Ha.

12.Wortel

Luas panen komoditi wortel Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 31 Ha dengan sentra berada di Kecamatan Sumbul. Produktivitas rata-rata wortel di Kabupaten Dairi adalah 11 Kw/Ha.


Gambar 9. Wortel

13.Buncis

Luas panen komoditi buncis Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 118 Ha yang tersebar di beberapa kecamatan. Produktivitas rata-rata buncis di Kabupaten Dairi adalah 82 Kw/Ha.

14.Jeruk Manis

Luas panen komoditi jeruk manis Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 475 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Parbuluan. Produktivitas rata-rata jeruk manis di Kabupaten Dairi adalah 180 Kw/Ha.


Gambar 10. Buah Jeruk

15.Alpukat

Luas panen komoditi alpukat Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 230 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Parbuluan. Produktivitas rata-rata alpukat di Kabupaten Dairi adalah 200 Kw/Ha.

16.Durian

Luas panen komoditi durian Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 375 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Silima Pungga-pungga. Produktivitas rata-rata durian di Kabupaten Dairi adalah 320 Kw/Ha.


Gambar 11. Desa Siratah Kecamatan Silima Pungga-pungga


Gambar 12. Pohon Dur Siratah di Desa Siratah Kecamatan Silima Pungga-pungga


Gambar 13. Buah Durian Siratah

17.Duku

Luas panen komoditi duku Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 125 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Silima Pungga-pungga. Produktivitas rata-rata duku di Kabupaten Dairi adalah 50 Kw/Ha.


Gambar 14. Pohon Duku di Kecamatan Silima Pungga-pungga

18.Manggis

Luas panen komoditi manggis Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 87 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Silima Pungga-pungga. Produktivitas rata-rata manggis di Kabupaten Dairi adalah 80 Kw/Ha.


Gambar 15. Pohon Manggis di Kecamatan Silimapunggapungga

19.Pisang

Luas panen komoditi pisang Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 450 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Silima Pungga-pungga. Produktivitas rata-rata pisang di Kabupaten Dairi adalah 32 Kw/Ha.


Gambar 16. Buah Pisang

20.Terong Belanda

Luas panen komoditi terong belanda Kabupaten Dairi pada tahun 2009 adalah seluas 32 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dengan sentra berada di Kecamatan Parbuluan. Produktivitas rata-rata terong belanda di Kabupaten Dairi adalah 100 Kw/Ha.



II. KONDISI KOMODITI UNGGULAN SEKTOR PETERNAKAN DI KABUPATEN DAIRI

Kabupaten Dairi memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan, hal ini terlihat dari semakin besarnya minat masyarakat yang umumnya adalah petani untuk memelihara ternak sebagai tambahan mata pencahariannya, hal ini tentu saja akan meningkatkan populasi ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Animo masyarakat untuk beternak cukup tinggi di Kabupaten Dairi sesuai dengan sosial budaya masyarakat. Dalam berbagai aspek kegiatan masyarakat tidak terlepas dari kehadiran ternak seperti pesta adat, pesta tahunan/desa, acara keluarga dan lain-lain. Selain itu ternak merupakan "pabrik" pembuat kompos alamiah yang berguna untuk menunjang usaha pertanian tanaman pangan

Luasnya lahan untuk pengembangan peternakan yang belum dimanfaatkan secara maksimal merupakan potensi yang perlu dikembangkan. Tercacat padang penggembalaan seluas 2.663 Ha dan Kebun Hijauan Makanan Ternak (HMT) 63 Ha.

Penyebaran ternak hampir merata di seluruh kecamatan. Pemeliharaan ternak bergantung pada kesesuaian iklim, ketersediaan pakan ternak dan sosial buadaya masyarakat. Populasi ternak di Kabupaten Dairi dua tahun terakhir digambarkan pada tabel berikut.

Tabel 1. Populasi Ternak di Kabupaten Dairi Tahun 2008 - 2009

NO Jenis Ternak 2008 2009
Jumlah (ekor)
1. Kerbau 11.543 11.633
2. Sapi 2.541 2.516
3. Babi 66.295 84.297
4. Kambing 9.850 10.347
5. Ayam Buras 802.475 850.593

1.Ternak Kerbau

Ternak kerbau sangat erat kaitannya dengan masyarakat Kabupaten Dairi. Dalam berbagai pesta adat terutama pesta adat besar selalu menggunakan ternak kerbau. Selain sebaga penghasil daging, kerbau juga dimanfaatkan tenaganya dalam mengolah lahan persawahan. Populasi ternak kerbau di Kabupaten Dairi tahun 2009 adalah 11.633 ekor, yang tersebar di seluruh kecamatan.

2.Ternak Sapi

Populasi ternak sapi di Kabupaten Dairi tahun 2009 adalah 2.516 ekor. Sentra ternak sapi terdapat di kecamatan Siempat Nempu Hulu, Tigalingga, Gunung Sitember, Pegagan Hilir dan Sumbul. Jenis ternak sapi yang banyak dipelihara dan dikembangkan masyarakat adalah jenis sapi brahman dan lokal. Untuk meningkatkan mutu genetik sapi di Kabupaten Dairi telah diupayakan melalui Inseminasi Buatan (IB).


Gambar 1. Sapi hasil Inseminasi Buatan(IB) di Desa Tualang Kec. Siempat Nempu Hulu

Khusus di Desa Pegagan Julu VII Kecamatan Sumbul terdapat populasi sapi Bali. Sapi Bali adalah jenis yang potensial dikembangkan di Kabupaten Dairi karena memiliki banyak keunggulan terutama sifatnya yang mudah beradaptasi dengan lingkungan.


Gambar 2. Sapi Bali di Desa Pegagan Julu VII Kec. Sumbul



Gambar 3. Ternak babi milik kelompok di Desa Parbuluan VI

3.Ternak Kambing

Penyebaran ternak kambing tidak merata di seluruh Kabupaten Dairi. Yang menjadi sentra adalah Kecamatan Siempat Nempu, Siempat Nempu Hulu, Siempat Nempu Hilir, Tigalingga, Gunung Sitember, Tanah Pinem dan Pegagan Hilir. Ternak kambing dikembangkan di aderah yang memiliki suhu yang lebih hangat dan sesuai dengan sosial budaya masyarakat. Ternak kambing cukup berpotensi untuk dikembangkan mengingat tingginya kebutuhan akan ternak ini seperti pesta adat, hari raya Qurban dan Aqiqah. Populasi ternak kambing tahun 2009 tercatat 10.347 ekor.

4.Ayam Buras

Masyarakat Kabupaten Dairi sudah sejak dulu memelihara ayam buras dengan berbagai tujuan dan sekarang ini tujuannya semakin terfokus untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani / peternak itu sendiri. Dalam pesta adat khususnya suku Pakpak dan Karo selalu menggunakan ternak ayam. Populasi ayam buras tahun 2009 adalah 850.593 ekor dan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Dairi.

Produktivitas ternak di kabupaten Dairi juga meningkat seiring dengan peningkatan populasi. Hal ini tidak lepas dari turut campurnya pemerintah dalam hal pengembangan peternakan melalui pemberian bantuan ternak, pemberian pelatihan dan penyuluhan tentang peternakan kepada petani / peternak.

Tabel 2. Produksi Ternak di Kabupaten Dairi Tahun 2008-2009

NO Jenis Ternak 2008 2009
Jumlah (ekor)
1. Kerbau 76.330 78.200
2. Sapi 11.820 18.720
3. Babi 870.630 858.180
4. Kambing 64.600 70.420
5. Ayam Buras (Daging) 313.624 348.274
Ayam Buras (Telur) 607.340/td> 650.005


III. KONDISI BIDANG PENYULUHAN

Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Dairi terdapat 3 (tiga) seksi, yaitu :

  • Pengembangan dan Kelembagaan;
  • Pelayanan dan Informasi dan
  • Pengembangan Tata Penyuluhan.

Ketiga seksi ini memiliki tugas dan fungsinya masing-masing dengan mempedomani Peraturan Bupati Dairi yang berlaku sehingga dapat memberhasilkan Program Pembangunan Pertanian di kabupaten Dairi.

Bidang Penyuluhan berdasarkan Data Keadaan Nopember 2010 memiliki 9 orang Pegawai Struktural, 71 orang Tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) PNS dan 84 Orang Tenaga Harian Lepas - Tenaga Bantu Penyuluhan Pertanian (THL-TBPP). Jumlah Personil yang tersedia saat ini masih kurang, sehingga masih memerlukan penambahan jumlah personil dalam pelaksanaan tugas - tugas maupun kegiatan Bidang Penyuluhan. Secara umum Tugas Pokok pada Bidang Penyuluhan antara lain adalah:

  • Menyiapkan kebijakan teknis pengembangan tata penyuluhan, penyusunan metode, rencana kerja penyuluhan dan pelaporan;
  • Menyiapkan pedoman teknis pengelolaan pelayanan dan informasi penyuluhan,
  • Memfasilitasi pengembangan teknik penyuluhan, mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data hasil penyuluhan dan menyebarkannya melalui media yang tersedia,
  • Menyiapkan bahan tentang teknis pengembangan kelembagaan,
  • Menyiapkan bahan kajian pengembangan penyuluhan dan demonstrasi teknologi terapan,
  • Memfasilitasi Pembentukan Kelompok Tani, Evaluasi dan kelayakan Kelompok Tani.

Berdasarkan Data pada Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Dairi Tahun 2010 terdapat 74 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terdiri dari 1.406 Kelompok Tani dengan rincian : 848 Kelompok Tani Sudah Dikukuhkan dan 558 Kelompok Tani Belum Dikukuhkan yang tersebar di 15 Kecamatan Kabupaten Dairi.

Kelompok Tani dan Gapoktan tersebut menjadi salah satu sasaran utama dari Kegiatan di Bidang Penyuluhan. Secara umum Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah :

  • Melaksanakan penyuluhan dan pembinaan kepada kelompok tani secara rutin;
  • Melaksanakan kegiatan Demonstrasi Area untuk Komoditi Padi dengan perlakuan Pupuk Organik;
  • Mengikutsertakan petani dalam Pelatihan-pelatihan dan Studi Banding ke Bogor;
  • Memfasilitasi Kelompok Tani pada Kegiatan Sekolah Lapang - Pertanian Tanaman Terpadu (SL-PTT) dan Sekolah Lapang Iklim (SLI);
  • Menggerakkan Kelembagaan Kelompok Tani dari segi permodalan melalui fasilitas Bantuan Langsung Masyarakat - Pengembangan Agribisnis Perdesaan (BLM-PUAP) dan LM-3 yang bersumber dari Dana Pusat;
  • Melaksanakan Pendampingan Demonstrasi Plot sebanyak 25 Unit: 15 Unit untuk Komoditi Jagung, 5 Unit Padi Sawah dan 5 Unit Cabe Merah;
  • Melakukan Koordinasi dengan Kelembagaan di Sektor Pertanian seperti KTNA, HKTI dan semua pihak yang berhubungan dengan Sektor Pertanian serta banyak kegiatan lainnya menyangkut petani dan Kelembagaan.

Hasil dari kegiatan tersebut diatas adalah terjadinya peningkatan produksi hasil pertanian petani, tersedianya modal petani dalam usahataninya, Kelembagaan Kelompok Tani semakin tertata dengan baik dari segi administrasi dan pengelolaan, timbulnya minat petani untuk melakukan kegiatan riset dalam usahataninya, semakin terjalin hubungan yang baik antara Petani - Petugas Pertanian - Pihak yang terkait dengan pertanian, tersedianya alsintan pada kelompok tani dan hasil-hasil lainnya.

Selain itu sasaran kegiatan Bidang Penyuluhan adalah PNS Bidang Penyuluhan, PPL PNS dan THL-TBPP pada Dinas Pertanian Kabupaten Dairi. Secara garis besar Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah:

  • Mengikutsertakan PNS Struktural Bidang Penyuluhan, PPL PNS dan THL-TBPP dalam Diklat Penyuluhan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perikanan dan Kehutanan dan Diklat Lainnya;
  • Mengupayakan Mitra dan Kerjasama dengan semua Stock Holder yang ada di Kabupaten Dairi;
  • Melakukan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Tugas dari PPL PNS dan THL-TBPP di Lapangan melalui Penetapan Angka Kredit dan Kegiatan-Kegiatan Lainnya.

Hasil dari Kegiatan tersebut antara lain: meningkatnya pengetahuan dan wawasan PPL PNS dan THL-TBPP di Lapangan, terciptanya kemitraan dengan Stock Holder, timbulnya minat PPL PNS untuk lebih meningkatkan kinerjanya di lapangan dan hasil-hasil lainnya.

Kita menyadari dalam pelaksanaan tugas-tugas di lapangan masih ditemui banyak kendala, tantangan dan kelemahan. Kondisi tersebut bersifat kompleks mulai dari Petani - PPL PNS dan THL-TBPP di Lapangan itu sendiri, Kebijakan Pemerintah, faktor alam dan faktor lainnya. Namun dibalik kendala, tantangan dan kelemahan tersebut, Bidang Penyuluhan memiliki Kekuatan dan Keuntungan dan bila dimanfaatkan secara optimal dapat lebih baik.

Untuk tujuan yang akan datang Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk arah yang lebih baik bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Kondisi Perikanan dan Komoditi Unggulan Ikan Air Tawar Di Kabupaten Dairi

Kabupaten Dairi dalam usaha pengembangan perikanan air tawar sangat didukung oleh potensi-potensi alami terdapat danau, sungai-sungai dan lahan-lahan untuk pengembangan perikanan. Dalam pengembangan perikanan air tawar pemanfaatan potensi yang ada tersebut belum sepenuhnya terkelola dan belum dapat memberikan hasil yang optimal. Para pembudidaya ikan , dan usaha-usaha pembenihan rakyat (UPR) masih berjalan dengan cara semi intensif.

Kebijakan pada sektor perikanan diarahkan kepada peningkatan pemeliharaan dan budidaya ikan air tawar. Kegiatan perikanan hingga saat ini masih berpola semi intensif berupa penanganan usaha system rumah tangga yang meliputi proses Pembenihan, budidaya dan penangkapan hasil produksinya untuk pemenuhan kebutuhan lokal. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala yang sangat terkait dengan animo atau minat masyarakat dalam usaha perikanan yang masih rendah, tingkat pemahaman dan pengetahuan yang masih minim, wawasan pengembangan usaha, pengadaan benih dan beberapa faktor lainya yang sangat mempengaruhi.

Secara keseluruhan total luas areal/ Potensi pengembangan dan produksi tahun 2009 dapat dilihat pada table berikut ini:

No Jenis Usaha Luas Areal (Ha) Potensi (Ha) Produksi (Ton)
A Penangkapan
Danau 500 500 470
Sungai 234.5 234.5 60.3
Bendungan/Cekdam 14.1 20.4 18.7
Genangan air lainnya 60 80 2
B Budidaya
Kolam air tenang 217 320 487.2
Kolam air deras 3 (unit) 20 (unit) 12
C UPR
Usaha pembenihan 6 20 150.000 Ekor

Dari tabel tersebut diatas dapat diketahui potensi untuk pengembangan Perikanan di Kabupaten Dairi sangat potensi untuk dikembangkan dan diharapkan peningkatan pendapatan pembudidaya ikan akan meningkat, kebutuhan ikan konsumsi dan ketersediaan benih di Kabupaten Dairi juga dapat terpenuhi. Adapun komoditi unggulan ikan air tawar di Kabupaten Dairi seperti ikan mas, ikan nila gift, lele dumbo.



Gambar 1. Induk Ikan Mas Unggul


Gambar 2. Calon Induk Ikan Mas Unggul


Gambar 3. Bibit Ikan mas yang unggul


Gambar 4. Induk Nila Gift


Gambar 5. Induk Ikan Lele Dumbo Unggul


Gambar 6. Benih Unggul Ikan Lele Dumbo